Menurunkan Stres dengan Mewarnai

Pada akhir tahun 2015 ini, jika anda datang ke toko buku, baik Kinokuniya, Periplus, Gramedia, hingga Gunung Agung, maka di depan pintunya kemungkinan besar anda akan menemukan berbagai jenis colouring book. Tidak hanya di toko buku, colouring book ini juga mungkin anda temukan di media sosial. Entah apakah teman anda menunjukkan hasil karyanya atau pedagang online yang berjualan buku ini. Motif yang dijual pun bermacam-macam. Dari yang berbentuk Mandala, burung hantu, bunga, land mark kota, hingga wajah para artis terkenal. Colouring book ini bukan sekedar buku mewarnai anak-anak. Buku ini ditujukan untuk para konsumen dewasa.

Diproduksinya colouring book ini tentu memiliki tujuan yang berbeda dengan buku mewarnai anak. Buku ini bertujuan untuk membantu para individu dewasa untuk menurunkan stres dan kecemasan yang dimiliki. Dengan mewarnai, individu dapat mengalihkan fokus perhatiannya pada media gambar tersebut, sehingga ia dapat melupakan permasalahannya terlebih dahulu. Pendekatan yang dilakukan melalui buku-buku ini umumnya adalah pendekatan mindfulness dan art therapy. Beberapa buku juga dengan gamblang menuliskan bahwa bukunya tersebut merupakan sebuah terapi seni (art therapy).

Banyak pakar yang tidak setuju bahwa aktivitas ini disebut sebagai “terapi”, meski pendekatan yang dilakukan adalah melalui kegiatan seni (Schwedel, 2015). Hal ini mungkin disebabkan karena penggunaan kata “terapi” kurang tepat. “Terapi” merupakan sebuah penanganan yang sistematis, teruji secara sains, dan dilakukan oleh profesional. Oleh karena itu aktivitas mewarnai yang baru menjadi tren ini, belum dapat dikatakan sebagai bentuk terapi. Apalagi belum banyak penelitian-penelitian yang dilakukan untuk melihat efektivitas dari aktivitas ini.

Bagaimana mewarnai dapat membantu kita

Apapun label yang diberikan, apakah diberi nama art therapy atau tidak, aktivitas ini tetap dapat memberikan dampak terapeutik pada pelakunya. Mewarnai, adalah suatu kegiatan yang membawa kita kembali pada masa kecil. Masa dimana individu berada dalam tahap kehidupan berada pada tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan masa dewasa. Hal ini membantu kita untuk merasakan emosi positif di dalam diri dan sejenak melupakan stres yang dialami.

Bermain dengan warna adalah salah satu cara untuk mengekspresikan pikiran maupun perasaan yang ada di dalam diri kita. Terkadang kita tidak dapat menyampaikan perasaan yang kita miliki kepada orang lain, namun kita dapat menyalurkan apa yang kita rasakan melalui media ini. Selain warna, mewarnai dengan berpatokan pada pendekatan mindfulness juga dapat membantu kita untuk dapat fokus pada moment “saat ini” dan “di sini”. Kedua hal ini berdampak pada aktivitas di otak kita. Psikolog Gloria Martinez Ayala (dalam Santos, 2014) menyatakan bahwa mewarnai dapat membantu otak untuk menurunkan aktivitas pada amygdala, bagian otak yang mengontrol emosi. Biasanya, aktivitas yang tinggi pada amygdala terjadi saat individu sedang merasa stres. Penurunan aktivitas amygdala, berkorelasi positif dengan penurunan tingkat stres yang dialami oleh individu (Holzel, Carmody, Evans, Hoge, Dusek, Morgan, Pitman, & Lazar, 2009).

Sebenarnya, mewarnai bidang apapun, baik yang rumit maupun yang simpel, dapat membantu kita untuk menurunkan stres dan kecemasan jika dilakukan dengan berpegang pada pakem-pakem yang sudah ditentukan. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan saat ingin mencoba aktivitas ini :

  1. Lakukan kegiatan ini berdasarkan kesadaran diri sendiri.

Pastikan anda melakukan kegiatan ini atas kesadaran diri anda sendiri. Jika anda melakukannya dengan terpaksa dan tidak berminat, maka kemungkinan anda juga tidak akan merasakan manfaatnya dengan baik.

  1. Sadari kapasitas diri.

Pilih media atau gambar yang sesuai dengan kapasitas diri anda. Anda dapat memilih media atau gambar yang tidak terlalu rumit jika anda merasa tidak memiliki banyak waktu dan sulit untuk melihat gambar kecil yang terlalu detil.

  1. Luangkan waktu di tempat yang sepi dan nyaman.

Lakukan aktivitas ini pada tempat yang sepi dan nyaman bagi diri anda. Anda dapat melakukannya pada pagi hari sebelum berangkat, sebelum bekerja, saat istirahat siang, atau malam hari sebelum tidur. Tempat yang sepi dan nyaman ini dapat membantu anda untuk menjadi lebih fokus dan rileks terhadap apa yang sedang anda lakukan.

  1. Jangan takut untuk bermain dengan warna.

Warna adalah salah satu media untuk mengekspresikan diri kita. Jangan takut untuk memilih warna-warna yang jarang anda gunakan. Pilih warna yang merepresentasikan perasaan anda saat ini.

  1. Lakukan dengan fokus.

Berpatokan pada pendekatan mindfulness yang mengajarkan untuk dapat berada “di sini” dan “saat ini”, sebaiknya kita dapat melakukannya dengan fokus. Perhatikan warna yang anda pilih, goresan yang anda tarik, dan tekstur yang berbekas di kertas. Jika sudah terbiasa, anda juga dapat melakukannya sembari memperhatikan tarikan dan hembusan nafas anda.

Jika anda melakukannya dengan seadanya, maka mungkin manfaat seperti penurunan tingkat stres, tidak dapat anda rasakan secara optimal. Buku mewarnai ini adalah salah satu media untuk membantu kita menurunkan stres, namun jika stres yang anda alami dirasa terlalu berat dan anda kesulitan untuk menghadapinya, jangan ragu untuk menghubungi psikolog untuk penanganan lebih lanjut. Selain itu, sebagai konsumen, ada baiknya kita mencoba untuk menjadi lebih cerdas dari yang menciptakan buku tersebut. Buku-buku tersebut mungkin diciptakan karena tren yang sedang terjadi, namun mungkin juga telah melupakan filosofi dan tujuan awal buku tersebut dibuat.

 

Referensi 

Holzel, B. K., Carmody, J., Evans, K. C., Hoge, E. A., Dusek, J. A., Morgan, L., Pitman, R. K., & Lazar, S. W. (2009). Stress Reduction Correlates with Structural Changes in The Amygdala. Social Cognitive and Affective Neuroscience, 2010 Mar; 5(1): 11–17. Diakses pada 10 Desember 2015 dari http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2840837/

Santos, E. (2014). Coloring Isn’t Just For Kids. It Can Actually Help Adults Combat Stress. Huffington Post. Diakses pada 10 Desember 2015 dari http://www.huffingtonpost.com/2014/10/13/coloring-for-stress_n_5975832.html

Schwedel, H. (2015). Coloring Books For Adults: We Asked Therapists For Their Opinions. The Guardian. Diakses pada 10 Desember 2015 dari http://www.theguardian.com/lifeandstyle/2015/aug/17/coloring-books-adults-therapists-opinions

 

*tulisan ini juga telah di-publish di selasar.com pada 14 Desember 2015 (https://www.selasar.com/gaya-hidup/menurunkan-stres-dengan-mewarnai)*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s