Teduh

Suara langit yang bergemuruh
Membuat kuyup, dipaksa mendayuh
Termasuk aku, yang sedang terasuh
Lalu diberi payung, untuk berteduh

Warnanya melon belum masak
Besarnya tak lebih dari pasak

Payung ini cuma terbatas,
Tertulis di atas kertas
Namun wujudnya lebih dari itu,
‘Tuk menjaga jiwa dari lemparan batu

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s